Wednesday, August 13, 2014

Memindahkan Program Dapodikdas ke Laptop lain

Kemarin tiba-tiba mendapat panggilan dari TU SMP untuk memindahkan program dapodikdas dari laptop yang 1 ke yang lain walaupun program tersebut tidak bisa dijalankan lagi karena sudah expired (namun saya sendiri masih mampu menjalankannya yaitu dengan mengubah tahun komputer ke tahun 2013). Alasannya karena program yang akan datang nanti mau diinstal di laptop yang baru ini dan data-data yang ada di dapodikdas bisa dipindahkan ke program yang baru juga.
Setelah saya mengeceknya ternyata program dapodikdas memakai Apache 2.4.6 + PHP 5.4.19 (dukungan ionCube PHP Loader 4.4.2 dan Zend Engine 2.4.0) + PostgreSQL 9.2.4. Berhubung saya memiliki dasar-dasar pemrograman web, jadi saya kotak katik di bagian Service (bisa dijalankan lewat perintah RUN dengan cukup mengetik services.msc) pada laptop lama. Intinya hanya 2 yaitu menginstall service Apache sebagai web server dan PostgreSQL sebagai database servernya. Sesuai keterangan yang saya dengar dari orang TU tersebut menyatakan mereka tidak mendapatkan program instalasinya, namun laptop tersebut dibawa ke dinas dan diinstall disana.
Karena 1 folder dapodikdas sudah di copy ke laptop yang baru, maka tinggal saya pindahkan saja folder tersebut ke folder "Program Files" (kalau sesuai security sistem, itu tidak dianjurkan namun karena semua settingan web server dan database server dapodikdas bawaannya sudah seperti itu maka saya ikuti saja).
Lalu tinggal buka perintah CMD dari RUN dengan catatan saya sudah pindahkan ke lokasi drive C: dan setelah itu saya ketik perintah ini untuk mendaftarkan web servernya
"Program Files\Dapodikdas\webserver\bin\httpd.exe" -k install -n "DapodikdasWebSrv"
dan setelah itu saya jalankan perintah kedua ini untuk menginstall database servernya.
"Program Files\Dapodikdas\pgsql\bin\pg_ctl.exe" register -N "DapodikdasDB" -D "Program Files\Dapodikdas\database"
maka setelah itu kita cek dibagian services, sudah terdapat 2 service yang kita install dengan awalan Dapodikdas, maka keduanya dijalankan services-nya. Terakhir tinggal buka browser dan buka alamat localhost dengan no port 8080.
Untuk memudahkan orang TU, maka saya buatkan shortcut di desktop saja supaya langsung terbuka program dapodikdasnya. Beres deh.
Setelah saya teliti coding aplikasi dapodikdas, proyek tersebut lumayan besar juga dananya :D

Apakah sama HP dan Tablet PC dengan PC/Laptop??

Sebenarnya saya tidak mau memposting cerita ini namun karena terus disimpan di dalam hati dan terakhir yang rugi justru saya maka saya posting saja ke dalam blog ini.
Ceritanya sih simple saja, mapel TIK untuk kelas 7 & 8 SMP serta kelas 10 & 11 SMA sudah diubah jadi ekskul, namun prosesnya tidak ada sama sekali sampai sekarang. Saya sendiri sudah merasa sangat down ketika rapat dengan yayasan mengenai ekskul TIK ini dan disamping itu seakan saya ini tidak dihargai sama sekali lagi di tempat saya mengajar ini.
Akhir bulan Juli 2014, saya mendapat kabar dari siswa yang menyatakan ada guru agama SMA yang menyuruh siswa/i-nya tidak usah mengikuti ekskul TIK. Alasannya simpel karena guru tersebut mengiibaratkan ada persamaan antara HP dan Tablet PC dengan komputer (PC atau Laptop-lah). Dan sewaktu kita memakai HP maupun Tablet PC, kita pun tidak usah belajar, namun bisa menggunakannya tanpa belajar. Begitu juga dengan komputer. Begitulah tanggapan guru tersebut kepada siswa/i yang sedang ikut MOS. Saya pun tidak langsung percaya, saya nanya lagi ke siswa lain, ternyata jawabannya juga sama dengan siswa/i yang tadi.
Hm... kalau dipikir-pikir apakah sama ya?? Memang sih cara kerja HP maupun Tablet PC hampir sama dengan komputer namun fungsinya sudah dikhususkan bukan seperti komputer yang serba komplit. Mungkin guru tersebut harus banyak belajar lagi. Padahal dulu di akhir tahun 2009, guru tersebut juga ikut kursus pengolahan aplikasi perkantoran, jika tidak kemungkinan besar saat ini dia pun mungkin masih belum bisa mengoperasikannya dengan benar.

Permen Diknas No. 68 Tahun 2014 tidak Dihargai

Semua guru TIK sudah sangat senang saat membaca Permen Diknas No. 68 Tahun 2014 termasuk saya sendiri. Namun saat Permen Diknas tersebut saya serahkan ke kepala sekolah maupun pimpinan sekolah tempat saya mengajar ternyata tidak dipandang sama sekali. Bahkan kepala sekolah SMA pun menyatakan bahwasannya mapel TIK sudah dihapus, jadi bagaimana lagi guru TIK bisa mengajar mapel TIK. Daripada ribut terakhir saya pun diam saja toh saya ini tidak dihargai sama sekali oleh sekolah tempat saya mengajar ini.
Sedangkan dari kepala sekolah SMP dan pimpinan sekolah pun tidak ada jawaban sama sekali mengenai Permen Diknas tersebut. Terakhir untuk pembinaan untuk persiapan olimpiade komputer tingkat SMA pun sudah malas saya jalanin walaupun selama 5 tahun berturut-turut (dari tahun 2010 - 2014) sekolah tempat saya mengajar ini terus mendapatkan juara 3 besar tingkat kabupaten Asahan dan yang terakhir ini (tahun 2014) lolos ke tingkat nasional.
Beginilah kalau guru TIK yang sudah tidak dihargai sama sekali.